Musik ini pengantar bacaanmu di blog RDM

‘Kamu Belum Dewasa'





Bismillaah..

Apa sih makna dewasa buat kamu? apa sih tolok ukur kedewasaan kita?
Apa krn umur kita yg 17 thn keatas? apa krn kamu udah dibolehin pacaran sama ortu?
Kalau benar pacarmu itu dewasa, kenapa dia gak berani berkomitmen utk lebih brtanggungjwb dan mengambil sikap ksatria yaitu dgn MENIKAHIMU !

Kalau benar yg berpacaran itu dianggap sudah dewasa, lalu kenapa selama ini tidak berani meningkatkan komitmen menuju itikad yg lebih baek yaitu minimal dgn mengajukan khitbah atau melamar pasangannya?

Kalau benar sudah dewasa, kenapa yg trjadi dr waktu ke waktu cuma sebatas saling curhat, sms mesra dan telpon2an syang yg gak jelas justrungannya, dasarnya, maupun ikatannya?

Saudaraku yg tampan dan cantik..
Bicara soal kedewasaan, bukan masalah umur kita yg 17thn keatas dan punya pacar lalu menganggap diri sudah dewasa.
Tapi bukankah dlm hubungan interpersonal itu sikap bijaksana, tidak posesif, tidak lebay, konsekwen dlm bicara dan bertindak, adalah merupakan sbagian dr ukuran kedewasaan itu sndiri?

Karena itu, sbuah hubungan pria-wanita gak biasa diukur dr segi usia dan kedewasaan fisik saja, tapi jg secara psikologis, misalanya kemampuan dlm menafkahi dirinya sndiri.
Gimana mau disebut dewasa, lha wong makan nasi uduk ama beli bensin aja masih 'nodong' sama ortu. Belum bisa mandiri secara finansial tp sudah berlagak beliin pacar ini itu. Hayaahh.. (udah prnh beliin sesuatu buat nyenengin ibunya sndiri belum..?)

KENAPA BISA BEGITU?
JAWABANNYA...KARENA SALAH GAUL !
YAA..karena ketika sesorang memaknai kata 'GAUL' itu secara sempit, ketika seseorang menganggap sudah berumur 17+, sudah tumbuh kumis dan jenggot, sudah datang bulan, sudah matang reproduksinya, maka akan mengklaim diri sudah boleh pacaran, boleh bgini dan bgitu, dan boleh boleh yg lain...
So..coba telaah lagi deh definisi dewasa itu seperti apa.

Karena, saya khawatir JANGAN-JANGAN kita termasuk yg dimaksud dalam sabda rasul berikut: ‘Sesungguhnnya butanya seseorang itu bukan buta kedua matanya, tapi buta hatinya’ (HR.Muslim)

Dan berdasarkan standar kelayakan kedewasaan yg sy jelaskan tersebut, lalu apakah layak status berpacaran dijadikan standar kita utk menyebut seseorg itu DEWASA..?

Bukankah stiap perbuatan kita dan sgala hubungan kita dgn sseorg akan membwa tanggungjwb yg besar pd diri kita sndiri, terutama yg brsangkutan langsung dgn Allah?
Kalau melanggar perintah Allah saja berani bertahun-tahun (dgn pacaran), lalu kenapa utk mengatakan sesuatu yg cuma butuh waktu 1 menit saja kamu tak berani? yaitu katakan padanya :'atas nama agama islam, kita PUTUS!'. Atau mengatakan padanya: 'aku ingin melamarmu pada ayahmu!'.

Gimana..,berani gaaakk?
Kalau gak berani, hehe..maaf, sy ingin bilang: Kamu Belum Dewasa !

// Kabur ah, takut pada emosi //
~SenyuM~

1 komentar: